.mobile #mobilemenu { color:#444; text-align:center; width:auto; max-width:100%; background:none; border-bottom:1px solid #000000; border-top:1px solid #000000; overflow:hidden; margin:0; padding:5px; font-size:14px; } .mobile #mobilemenu span a { color:#444; padding:0; margin:0; } .mobile #mobilemenu span a:hover { color:#666; }

PESONA PASAR TASIK


“Silahkan pak haji…mukenanya pak haji…geulis pisan pak haji ”
“Kumaha teh..? daramang..? nuhun-nuhun….”
Suara-suara dialek sunda yang sangat kental terdengar di semua sudut, dan bersahut-sahutan di pagi hari yang masih dingin, kalau anda ketempat ini dengan mata tertutup saya yakin anda akan mengira ini adalah pasar yang ada di daerah sekitar ibukota Jawa Barat, Bandung dan sekitarnya. Tempat itu ternyata berada di depan stasiun kereta api Tanah Abang, Jakarta Pusat.

Itu adalah dialek kental mereka yang berasal dari Tasikmalaya Jawab Barat, yang rutin setiap Rabu dan Minggu malam sekitar jam 22.00 berkonvoi ke Tanah Abang menjual hasil karya dari desa-desa mereka, Senin dan Kamis dinihari mereka sampai di Jakarta. Dari waktu ke waktu rombongan ini makin besar, bahkan ada tanda2 pasar mereka akan di lokalisir dan disediaka tempat yang sangat lega, ini saya baca dari spanduk2 yang terpapang di pintui masuk pasar tanah abang.

Pedagang2 yang di dominasi ibu2 dan teteh yang cantik2 karena 99% memakai jilbab itu menjajakan dagangan terutama baju2 muslim,atasan,terusan,rok, pakaian ihrom, jilbab murah  dan peralatan2 sholat. Barang di pasar ini murah tapi dari pengamatan saya tidak murahan. Harga mukena berkisar dari 600ribu sampai diatas 4juta rupiah. Mahal kah..? Tentu tidak, karena harga yang mereka tawarkan adalah harga per 1 kodi atau 20pcs… Sehingga harga mukena yang ada disana antara30 ribu sampai diatas 200ribu.

Pengalaman kami semurah-murahnya menjual mukena ke end user adalah 40ribu, dan untuk mukena parasut yang kami beli di pasar Tasik  itu bisa kami ecerkan dengan harga 45-60ribu, yang biasa kami jual 150an, bisa kami temukan disitu seharga 65ribu, dan untuk atasan2 muslim yang biasa kami dapat di Metro Tanah Abang 65ribu dan kami bisa jual 110ribu disitu bisa kami dapatkan dengan harga 45ribu saja... dahsyat khan..?

Bukan itu saja, sekarang terlihat sudah banyak orang2 lain diluar tasik yang memanfaatkan gebyar pagi-nya pasar Tasik di Tanah Abang. Disitu saya bisa ketemu orang2 dari soreang Bandung yang membuat jiplakan baju dannis persis sekali, dan harga hanya dipatok 600rb atau 700rb sekodi, bahkan beberapa orang padang yang biasa jualan di blok F Tanah Abang pun ada yang berjualan disitu dan uniknya harganya lebih murah dari dia si blok F. Contoh kami beli atasan seharga 60ribu, ketika kami pesen sekitar 10kodi, maka dia meminta kami menunggu ambil barang dulu di blok F, yang tokonya tertera di kartu nama dia, ketika dibilang kita ambil di blok F saja ya, agar dekat dengan parkir mobil kami, dia mempersilahkan, tapi nanti harganya akan lebih mahal 10ribu..nah loh…

Tapi tidak berarti semua barang yang di Tanah Abang berasal dari tasik tentu saja, itu hanya sebagian saja, karena masih banyak tempat yang suplai ke Tanah Abang, termasuk dari Kebayoran,Kebun Jeruk, Bekasi, Cipulir bahkan juga luapan2 banjir dari China… Untuk bisa berbelanja dan menikmati momen yang indah di pasar tasik ini anda harus bangun pagi2 di hari Senin atau Kamis, dan bagi anda yang masih seperti saya yang TDB saya sarankan anda ambil cuti saja agar puas.

Dari rumah Bekasi, saya berangkat jam 03.30 dan jalan raya menuju kesana masih serasa milik anda karena Jakarta masih tidur. Lewat Jalan Casablanca hanya 30an menit kami sampai di pasar. Kami parkir di Blok F ambil tempat yang kira2 paling gampang keluar, terus kami jalan kaki 5 menit ke mesjid terbesar, bersih dan nyaman di seputar Tanah Abang yakni mesjid An-nur yang ada si jalan Mas Mansyur. Setelah shalat sekitar jam 05.00 dilanjutkan jalan kaki ke lokasi, dan sebenarnya ini adalah waktu yang sangat tepat bagi anda untuk menghafalkan lokasi2 di Tanah Abang, karena kalau sudah siang, terutama bagi anda yang baru sekali dua kali kesana, maka tanah abang tidak ubahnya seperti hutan belantara baju…

Saya ingat ketika ada orang yang bertanya “Pak, ada nggak sih peta detailnya tanah Abang, menurut saya kok ruwet banget belanja kesana..?
Bapak Yang ditanya yang sudah tahunan bergelut di Tanah Abang memberikan jawaban yang sangat cantik, yakni “Peta itu ada di Jempol Kaki anda” Nha, mulai sekarang saya akan mulai berikan sedikit peta yang saya ketahui.


Credit link http://hadikuntoro.com


SEO:
mukena anak
 

©2010 mukena murah++Redesign By Nurc@hyo ekko